Masuk

Ingat Saya

Pemuda Tiangnya Indonesia dalam Pencegahan Terorisme

#PeranGenerasiMudaDalamPencegahanTerorisme

Indonesia merupakan negara berkembang diabad ke-21 ini dimana yang ingin lebih tahu akan sesuatu hal yang baru untuk memajukan dirinya. Terdiri dari ribuan bahkan ratusan pulau yang ingin saling terhubung agar perkembangan berjalan cepat dan pesat. Dari beberapa pulau itu akan terbentuknya interaksi antar pemuda-pemuda yang berbeda latar belakang, suku dan agama, sehingga  terciptanya pemuda-pemuda yang aktif dan sosial. Pemuda adalah cikal bakal pemimpin di Indonesia, tiangnya Negara Kesatuan Republik Indonesia, tak terasa  beberapa tahun lagi mereka akan menggantikan pemimpin sekarang. Namun jika pemuda yang kita harapkan kelaknya melenceng dari pancasila maka akan bukan tambah berkembang Indonesia ini malahan akan tambah hancur. Kesalahan yang dilakukan oleh pihak tertentu akan diatas namakan kesalahan agamalah, golonganlah, sukulah yang padahal kesalahan itu terjadi karen diri pemuda itu sendiri. Seperti kutipan kata-kata Presiden Soekarno dalam pidatonya ” Beri aku 10 Pemuda akan kuguncang dunia” dengan 10 orang pemuda saja sudah bisa mengguncang pemuda, bagaimana jika pemuda yang 10 itu diajarkan pendidikan yang berkaitan dengan teroris. alamak hancurlah negeri ini.

Namun percuma saja hal itu terjadi jika pemuda-pemudanya itu sendiri tidak kompak, tidak saling menghargai, adanya kecemburuan maka akan terjadi kacau balau diantar mereka. Pendidikan yang diterima dari lembaga pendidikan yang ada. Banyak lembaga pendidikan yang menyesatkan, membodohi para muridnya, banyaknya ikut campur tangan pihak luar organisasi dan golongan tertentu yang memasukkan pemahaman mendiskriminasikan agama, golongan dan kelompok lain. Contohnya buku- buku yang beredar disekolahan, didalamnya terdapat informasi yang kurang pantas untuk dicerna anak sekolah, berisi hasutan yang membuat anak didik percaya akan hal yang semestinya tidak ada. Pendidikan dasarnya saja udah diajarin hal seperti itu, bagaimana dengan pendidikan selanjutnya akan tertanam mindset seperti itu sehingga pemahaman itu sulit dihilangkan. Jangan hanya dengan iming-iming pekerjaan dengan gaji besar merka rela-rela ke Arab Saudi, padahal disana mereka dilatih untuk melakukan tindak terorisme seperti halnya Kelompok ISIS yang mengatas namakan agama. Padahal Agama Islam tidak pernah mengajarkan hal tersebut.

Maka dari itu, dimulai dari sekarang pemerintah haruslah berperan aktif dalam terwujudnya pemuda yang aktif, sosial dan cinta damai. Agar terbentuknya pemuda idaman pemimpin sekarang menjadi pemimpin masa depan. Terhindarnya dari perekrutan oleh beberapa kelompok terorisme dan mengajarkan bahwa jihad itu tidak harus membunuh orang melainkan dengan belajr aja itu juga merupakan jihad yang diridhai Allah SWT. Menyediakan lembaga pendidikan yang aman, mendorong agar para pemuda berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia di dunia Internasional sehingga pemikiran-pemikiran yang berarah kepada terorisme didingkarkan dari pikiran mereka. Saya berharap saya sebagai seorang pemuda dapat mewujudkan cita-cita pahlawan kita dalam Sumpah Pemuda walaupun itu hanya sebagian kecil dan dapat mengajak pemuda lain juga ikut serta mewujudkannya. Salah satunya dengan portal damai yang diberikan secara gratis oleh Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) agar pemuda dapat menyalurkan tulisan dan kreatifitasnya disini.

 

Kita Sebagai Pemuda harus melaksanakan #DamaiDalamSumpahPemuda

Dengan